DPMD Kabupaten Bogor Berikan Pembinaan Kepada Operator Desa Se-Kecamatan Cigombong

Bogor|Transjabar.com – Sesuai Pe­raturan Menteri Dalam Negeri (Per­mendagri) Nomor 12 Tahun 2007 tentang Instrumen Pengumpulan Data Profil Desa dan Kelurahan, laporan desa harus dilakukan secara online.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pemerintah Desa DPMD Kabupaten Bogor, Agus Ridwan usai memberikan pembinaan dan pendayaagunaan kepada para operator desa se-Kecamatan Cigombong di aula kantor Desa Cisalada, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Selasa (15/9/2020).

“Pemberian pembinaan kepada operator ini dimaksudkan supaya mereka memahami bagaimana tata cara dalam penyusunan pengelolaan data secara online,” katanya.

Ia menerangkan, setiap desa yang ada memiliki klasifikasi berbeda-beda. Hal ini dapat dilihat apakah desa itu masuk ke swadaya, swaka­rya atau swasembada. Begitu pula untuk kegiatan yang sifatnya pembangunan yang ada didata potensi pengembangan. Dimana, setiap tahunnya dibuat dala RKPD.

“Intinya, kegiatan ini lebih membahas pada soal pengelo­laan dan publikasi data profil desa serta tingkat perkembangan potensi di wilayah desa masing-masing yang ada di Kecamatan Cigombong,” ujarnya.

Diterangkannya, mengenai pembinaan pendayagunaan sebagai upaya dalam pendataan kepala keluarga, potensi desa dan tingkat perkembangan dalam sis­tem perencanaan maupun evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintah pembangu­nan dan pembinaan kemasyarakatan.

Karena, lanjutnya, bagaimanpun juga di sebuah desa terdapat prodeskel, yaitu gambaran me­nyeluruh tentang karakter desa yang meliputi data dasar kelu­arga, potensi Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), Kelem­bagaan Organisasi, Sarana dan Pra­sarana (Sarpras) serta perkembangan kemajuan dan permasalahan yang dihadapi desa.

“Makanya, pengelolaan data itu sangat penting meskipun memang bukan hanya program saja dan pendataan itu harus dilakukan setiap saat. Apalagi sekarang ada beberapa aplikasi untuk pendataan, tapi itu pun tergantung kebijakan kepala desa mana yang akan digunakan aplikasinya,” terang Agus.

Ia menjelaskan, operator desa sendiri memiliki tugas bukan untuk mengumpulkan data, melainkan mengentri data. Sebab tugas yang mengumpulkan data adalah Kelompok Kerja (Pokja) dengan penanggung jawabnya Kepala Desa.

“Kita berharap, dengan adanya pembinaan ini para operator desa yamg ada di wilayah Kecamatan Cigombong dapat memahami akan cara pengelolaan data,” tuturnya.

Laporan: Agus Sudrajat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *