Paroki Cikarang Gereja Ibu Teresa, Pembangunan Gereja Bukan Kristenisasi

Bekasi|transjabar.com – Pembangunan gereja sama sekali tidak dimaksudkan sebagai upaya kristenisasi, melainkan lebih kepada peneguhan keimanan umat kritistiani, agar bisa berdampingan secara harmonis dengan pemeluk agama lainnya.

“Masih ada yang beranggapan, bahwa kalau mendukung pembangunan gereja, berarti telah murtad. Tidak, tidak sama sekali. Karena kami tak bermaksud mencampuradukkan iman seseorang,” jelas Kepala Paroki Cikarang Gereja Ibu Teresa, Romo Antonius S. Antara, kepada media, Selasa (14/9) pagi.

Hal itu dikemukakannya Romo, saat beraudiensi dengan Pj. Bupati Bekasi H. Dr. Dani Ramdan di rumah dinasnya, Selasa. Hadir pula tokoh agama Islam, H. Oding Abdul Kadir, mendampingi paroki. Kehadiran mereka, untuk menjelaskan rencana pembangunan gereja di Cibatu, Cikarang, Kab. Bekasi.

Dijelaskan, belasan ribu jemaat sudah puluhan tahun menantikan tempat ibadah yang permanen. “Kami berharap Bupati berkenan untuk merekomendasikan pembangunan, sebagai wujud toleransi, kerukunan dan kebebebasan dalam menjalankan ibadah setiap agama,” katanya.

“Kami juga perlu meluruskan, bangunan gereja ini nantinya bukan yang terbesar di Asia, karena lahannya pun hanya 7000 M², untuk gereja, aula dan rumah pastor. Yang jelas, ini akan jadi gereja yang ramah lingkungan,” tambah Romo.

Pj. Bupati menyambut baik kehadiran pengurus paroki, karena bisa memberi gambaran utuh, dari pihak yang akan membangun gereja. “Saya berencana mengundang semua pihak berkepentingan, seperti Kemenag, MUI dan FKUB serta Dinas terkait, pada hari Kamis besok, untuk duduk satu meja membahas ini,” kata Dani Ramdan.

“Kita sama-sama akan mendengar berbagai sisi, sehingga ketika rekomendasi dan izin dikeluarkan, itu sudah memenuhi prosedur maupun atas aspirasi banyak kalangan,” jelas mantan Kalakhar BPBD Jabar ini.( tj/dd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *