Ortu Murid SMP Negeri 2 Pebayuran Tuntut Kembalikan Uang Perpisahan Sekolah

Bekasi|Transjabar.com – Hingga kini ratusan orang tua murid SMP Negeri 2 Pebayuran,Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi tengah menunggu niat baik pihak sekolah (panitia perpisahan) untuk mengembalikan uang perpisahan sekolah tahun ajaran 2019 – 2020 yang diperkirakan nilai nominalnya mencapai Rp. 300 juta.

Pasalnya, acara perpisahan sekolah tersebut tepatnya tahun 2020 dibatalkan karena adanya pandemi COVID-19.

“Sudah 1 tahun lebih cuma janji-janji saja. Pokoknya kami minta dikembalikan uang itu kalau gak sepenuhnya, ya 50 persennya. Uang itu untuk bayar sekolah anak kami di sekolah SMK/SMA,” tegas orang tua murid Wati dan Rini saat ditemui di rumahnya,Senin (2/8/2021).

Pada saat itu, kata Rini, pihak sekolah memungut uang acara perpisahan jumlahnya Rp. 800 ribu per siswa. Namun bagi siswa yang tidak ikut acara perpisahan tersebut diwajibkan membayar Rp. 400 ribu.

Ketua panitia merangkap wakil sekolah SMP Negeri 2 Pebayuran Saepudin S.Ag mengatakan, acara perpisahan sekolah tetap akan diberangkatkan di kala pandemi COVID-19 telah berakhir.

“Panitia sudah komunikasi dengan pihak Trans 7 Bandung,ketika dia buka kembali (destinasi wisata tersebut ) langsung diberangkatkan, kalau untuk dikembalikan susah,” ucap Saepudin yang tidak mengakui sebagai ketua panitia saat dikonfirmasi di sekolah.

Dia juga menjelaskan, pihaknya sudah melunasi semua tempat wisata yang akan dikunjunginya (studio Trans 7 Bandung, Museum dan Lembang) maupun alat kendaraan transportasi (bus) dengan tanpa memperlihatkan bukti pembayaran.

” Itu sudah saya informasikan ke sebagian orang tua murid. Bagi orang tua murid yang belum tahu, silahkan datang ke sekolah. Saya tidak kemana. kemana selalu ada di sekolah,” tantangnya.

Sementara itu, ketua Komite SMP Negeri 2 Pebayuran Ustad Muhridwan menyatakan, pihaknya telah berusaha menyampaikan tuntutan orang tua murid kepada panitia.

“Jawabannya (panitia) kapan saja mau diberangkatkan, “terangnya.

Ketika itu, destinasi wisata (pasca lebaran) dibuka kembali sebelum PPKM diberlakukan.

Dia menyebut, destinasi wisata bisa dikunjungi kembali dengan syarat pengunjungnya dibatasi dan diperketat.

” Kalau mau jangan sekaligus, 2 mobil- 2 mobil bertahap dahulu dan jangan memakai atribut sekolah dan komite sepakat yang penting diberangkatkan,” katanya.

Terkait informasi panitia telah melunasi pembayaran kepada pihak destinasi wisata , dia mengatakan, tidak mungkin uangnya dibayarkan semua.

” Keinginan komite uang yang tidak dibayarkan dikembalikan sesuai laporan orang tua murid sejumlah 50 persen, ” tutupnya.(Dedi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *